Dec 29 2011

Betapa Sederhananya

Published by under Window of Islam

Ketika datang seorang Badui udik

kencinglah ia di pojok masjid betapa sederhana peristiwa...

Sahabat-sahabat melengoskan wajah mereka Umar telah menghunus pedangnya Si udik telah ketakutan karenanya...

Nabi tersenyum padanya

betapa lega sang Badui papa dituangkannya segayung air pada bekasnya betapa sederhana cara ia mengatasi bencana betapa sederhana ia menghidupkan agama

Datang seorang mahasiswa

Berapi-api seakan membawa bendera perang membara Kita harus bela agama kita! Mari kita galang pasukan kita! Karena mereka telah menyerang kita...! Begitu orasinya. Begitu caranya menghidupkan agama.

Datang seorang pemimpin negara.

Dengan lantang ia pidato berlama-lama Saudara-saudara ... mari kita jaga kerukunan kita...! Mari kita tetap berpedoman Pancasila dalam bernegara...! Begitu caranya menghidupkan agama-agama.

Datang seorang ulama

Di sebuah pengajian ia berikan pengkabaran tentang agama. Jangan begitu nanti masuk neraka! Jangan lakukan itu nanti dimurkai Tuhan kita! Jangan bersama mereka, mereka musuh agama kita! Jangan seperti itu, setan kan gembira! Begitu caranya menghidupkan agama.

Datang seorang hamba,

Dihadapan saya. Dia berkata: apakah takwa itu berarti takut dan membuat ketakutan di dada? Saya gelagapan juga. Teringat peristiwa-peristiwa itu, betapa rumitnya. Si mahasiswa takut akan ancaman agama musuhnya. Si pemimpin takut akan terjadinya perang agama. Si ulama menakut-nakuti jamaahnya. Benar juga pikir saya Mengapa kita menghidupkan agama dengan cara canggih tapi dengan menciptakan takut sebagai budaya?

Tidak adakah yang sederhana?

Tanpa rasa takut didalamnya?

No responses yet

Dec 29 2011

"Yogyakarta Serambi Madinah" Dalam Perspektif Tata Ruang

Abstrak

Makalah ini berusaha mengidentifikasi potensi permasalahan wacana Yogyakarta Serambi Madinah dalam perspektif tata ruang. Pertama adalah melihat implikasi wacana tersebut dalam politik tata ruang yang mungkin konfliktual. Kedua, adalah implikasi dalam politik yang menjadikan ambiguitas yang mungkin pula konfliktual. Berdasarkan analisis keruangan, makalah ini menyodorkan suatu interpretasi terhadap Yogya Serambi Madinah dalam kerangka dualisme, yaitu ko-eksistensi antara tatanan berbasis kultural-teokrasi (Kraton sebagai representasinya) dan demokrasi-ekonomi (pemerintahan formal sebagai representasinya) dalam upaya menegaskan kembali adanya "ruang demokratik" yang telah menjadi ciri keistimewaan Yogyakarta dari sisi tata ruang.

Makalah ini disampaikan sebagai bagian dari misi itu dan dipresentasikan dalam Dialog Budaya & Gelar Seni "YogyaSemesta" Seri 29, 26 Januari 2010 di Bangsal Kepatihan Yogyakarta.

Continue Reading »

No responses yet

Dec 27 2011

Islam dan Barat

Published by under Reflective Discourse

Sebuah tulisan keprihatinan terjadinya pemboman Hotel Marriot di Jakarta 5 Agustus 2003 lalu, dan saya kira masih relevan untuk masa kini.

Continue Reading »

No responses yet

Nov 20 2011

Yth, Teman-teman

Dear RRs,

Posisiku pasti.

Aku saat ini tidak begitu "in"  dengan skenario yang menghadapkan dunia Islam dengan Barat. Bagiku ini sangat nggak produktif bahkan untuk Islam sendiri. Pikiranku sederhana, begitu kita menghadapkan dua dunia ini dalam konstruksi pemikiran kita, semua dadi wagu, analisinya jadi repot lantaran yang kita hadapi adalah hibridasi dari dua dunia itu sendiri (bahkan Barat sendiri adalah "anak kandung" dari tradisi keilmuan Islam kan?) Contoh paling kelihatan ya kita ini. Kita kan produk Islam+Barat. Di otak kita mengalir dua-duanya...dan nyatanya kita (di level individu) bisa "negosiasi" dengan keduanya kan (walau terengah-engah).... Paling kelihatan gampang lagi, kita juga. Kita orang Islam yang hidup di Barat..... Pikiranku simpel, pragmatis lantaran konstruksi Islam vs Barat ini bagiku hanya "angan-angan" belaka (yang secara riil memang ada di banyak pikiran baik orang Barat maupun orang Islam). Yang sekarang berusaha aku kembangkan adalah "memetakan" angan-angan itu untuk menemukan realitas baru....menemukan "way out" nya....sebuah masyarakat dengan konstruksi "baru" yang jelas bukan Islam vs Barat. Continue Reading »

One response so far

Nov 20 2011

Kitab

Published by under Window of Islam

Quran dan Hadist (1)

Tuhan telah memberi kita pilihan yang sulit

Memberi kita tulisan yang bernama Quran

Bukan sulit kita membacanya

namun sulit kita dalam mengerti maksudnya

Lantaran tulisan tidaklah cukup melukiskan hakikatnya.

Rasul kita telah memberi pilihan yang sulit

Memberi kita contoh gerak dan kata,

yang lalu ditulis oleh para ulama. Hadist namanya.

Bukan sulit untuk membacanya

namun sulit untuk mencontohnya.

Lantaran tulisan tidaklah cukup melukiskan kekayaan gerak dan kata.

Quran dan Hadist telah menjadi buku terjilid. Continue Reading »

No responses yet

Next »