Nov 20 2011

Kitab

Published by at 11:02 am under Window of Islam

Quran dan Hadist (1)

Tuhan telah memberi kita pilihan yang sulit

Memberi kita tulisan yang bernama Quran

Bukan sulit kita membacanya

namun sulit kita dalam mengerti maksudnya

Lantaran tulisan tidaklah cukup melukiskan hakikatnya.

Rasul kita telah memberi pilihan yang sulit

Memberi kita contoh gerak dan kata,

yang lalu ditulis oleh para ulama. Hadist namanya.

Bukan sulit untuk membacanya

namun sulit untuk mencontohnya.

Lantaran tulisan tidaklah cukup melukiskan kekayaan gerak dan kata.

Quran dan Hadist telah menjadi buku terjilid.

Quran dan Hadist (2)

Quran telah menjadi buku.

Yang dibaca dan dikaji

Tertulis Alif Laam Miim

Kita mereka-reka maksudnya,

Oh ini begini, oh ini begitu…Barangkali begitu, barangkali begini…

Allah tersenyum menyimpan rahasia

Hadist telah menjadi buku.

Yang dibaca dan dikaji dan ditafsiri.

Tertulis yang ini halal dan yang itu haram

Ini hak dan itu kewajiban.

Kita menebak-nebak kira-kira apa yang akan jadi sabda Nabi untuk persoalan ini

Rasul di surga barangkali tersenyum dengan logikanya sendiri.

Quran dan Hadist (3)

Baca!

Bacalah dengan nama Tuhanmu yang menjadikan…

Begitulah awal pengetahuan.

Melepaskan diri dari yang rahasia menjadi cara yang manusia bisa.

Dari kehadiran sang Kata.

Bersambungan menyusun suatu makna.

Namun ada kalanya makna berubah

Atau memang harus berubah

Atau usil karena diubah-ubah.

Tapi sang kata tetaplah dalam susunannya.

Kata tetap abadi adanya.

Begitulah.

Tuhan kita telah memberi pilihan yang sulit,

rasanya bukan tanpa tujuan.

Antara keabadian kata dan berubahnya makna.

Karena Ia tahu,

hanya itu yang manusia bisa.

Nabi menugaskan kita untuk menjaga kata,

juga bukan tanpa duga.

Karena ia tahu,

banyak buku tak hanya berubah makna tapi juga berubah kata.

Ia ingin kita tahu, harus ada yang abadi

diantara yang selalu bergoyang,

seperti sebuah lunas yang rapi

menjaga kelurusan kapal di antara gelombang,

Melalui kata-kata,

rahasia Tuhan dan Logika Nabi tersimpan rapi di atas langit.

Melalui berkata-kata,

rupa-rupa urusan bumi harus kita kelola sediri.

Hanya jarak antara kata-kata dan berkata-kata,

Antara kata dan memaknai kata,

ada rahasianya sendiri.

No responses yet

Trackback URI | Comments RSS

Leave a Reply

*