Feb 03 2009

Local Genius: Genius Loci - Local Genuine

Published by at 2:01 pm under Journal

Genius: jin penunggu suatu tempat;  spirit (ruh), karakter atau semangat yang melekat pada sesuatu; kepandaian yang istimewa dari seseorang (atau institusi?).

Genuine: otentik, unik

(Diringkas dari Dictionary yang muncul di Apple Dashboard)

Di Wisma Djoglo Yogyakarta, hari ini berkumpul sekitar 30 an civitas Universitas Islam Indonesia. Mulai dari Pak Rektor, dosen, karyawan, sampai mahasiswa yang ikut mendukung acara "Lokakarya Identifikasi dan Perumusan Local Genius UII".

Saya berada di dalamnya. Ada banyak acara dan pembicara yang berusaha mengupas tuntas terminologi local genius. Dalam hal ini, karena bagi saya "bicara" lebih mudah terhembus angin, maka lebih baik mencoba urun rembug melalui tulisan: mematerialkan gagasan yang mengalir di kepala saya dengan cara yang lebih menjamin kemudahannya untuk diretrive-dilacak-munculkan kembali.

Mengawali pemahaman dari local genius dari rangkaian kata-katanya yang tampaknya pemahaman tentang genius ini sepertinya "membuyarkan" kalau tidak dirunut pemaknaanya dengan hati-hati.

Local genius sendiri barangkali adalah neologism "yang klop" dengan telinga kita. Di Indonesia, kata ini ditangkap dengan gegap gempita mungkin karena impor (local dan bukan lokal dan genius dengan sendirinya juga asing) dan lebih mudah dipahami daripada genius loci atau local genuine. Saya katakan neologism yang klop dengan telinga kita karena ketika di cek melalui Google "local genius" yang muncul adalah teks-teks berbahasa Indonesia dan justru sangat sedikit teks yang Bahasa Inggris.

Saya lebih cenderung memaknainya terpisah lebih dahulu, baru kemudian mengelaborasinya.

Pertama, sebagai genius loci atau kalau dicari padanannya dalam Bahasa Indonesia adalah kearifan lokal. Namun saya lebih cenderung memulainya dari Genius itu dulu yang beresensikan pada asal muasal katanya yang dari Bahasa Latin. Barangkali memaknai Genius adalah peta peradaban manusia itu sendiri. Ketika manusia masih dalam paras pemahaman mitologis, maka jin penunggu tempat adalah genius. Pemahaman ini berkembang menjadi lebih pada karakter penandaan elemen alam tertentu seiring dengan peradaban manusia yang melihat relasi alam-manusia secara lebih seimbang - antropomorfis. Pemaknaan yang mungkin paling "akhir" adalah kepintaran dan kemampuan seseorang. Bahkan kita dengan mudah mengingat kata genius sebagai padanan kata bagi orang yang sangat pintar - yang berarti justru sangat "universal". Dalam konteks tertentu baru menjadi lokal ketika disandingkan dengan "loci" (tempat), yang di dalam konteks ini bisa dimaknai sebagai entitas institusional UII ini. Maka genius loci UII ini tentu dapat dimaknai sebagai seluruh potensi keahlian yang kemampuan yang dimiliki oleh orang-orang dan sistem (secara umum) yang dimiliki oleh UII. Dengan demikian, ini harus merupakan manifestasi dari spirit keahlian dan sistem institusional UII yang berarti harus menuju pada universalitas, bukan UII minded, tetapi dari UII ke universal.

Kedua, Local Genuine yang berarti keunikan lokal, keotentikan suatu lokalitas tertentu. (Perhatikan genius - genuine yang mirip dalam tulisan dan pengucapan tetapi mempunyai makna yang berbeda walaupun mungkin berakar dari inti kata yang sama (gen, gene). Kita bisa memaknai dari sisi "local" yang membawa kita pada kata local genuine, keunikan lokal ini. Dalam koridor makna ini maka yang dipandang adalah keunikan. Dalam konteks ini maka diskursus identitaslah yang bisa dipakai untuk menganalisis. Unik adalah kondisi ketiadaan entitas yang sama atau hampir sama. Ini berarti kita berhadapan dengan wacana identitas yang selalu modulatif. Kalau saya bertemu teman dari Malaysia maka kita bisa bicara sebagai bangsa Indonesia. Bila bicara tentang Melaka maka kita bisa bicara tentang Jogja. Bila ketemu orang Jerman, kita bilang sebagai Asia dan seterusnya. Artinya, keunikan kita juga harus merefleksikan posisi kita dengan "orang lain" (liyan - others) supaya transaksi identitas ini "nyambung". Merefleksikan hal ini UII sebenarnya telah punya alat: Islam. Islam UII adalah Islam yang "unik" justru karena merupakan Islam yang "tidak berafiliasi" pada lembaga tertentu (bedakan dengan Muhammadiyah atau NU atau yang lain).

Sampai di sini, ada dua kata kunci yaitu genius/kearifan (yang menguniversal) dan genuine/keunikan (wilayah) yang lokal di satu sisi dan "sistem kultur" UII - spirit di sisi lain. Tidak ada sesuatu yang baru...

Persoalan bagi saya yang harus kita diskusikan sebenarnya adalah bagaimana kita harus menjadikan kearifan/ keunikan wilayah/sistem kultur UII ini menjadi instrumental? How to actualize these potentials? Bagaimana mengidentifikasi "critical path" untuk menjadikan instrumen itu diwarnai oleh Islam?

3 responses so far

3 Responses to “Local Genius: Genius Loci - Local Genuine”

  1. Narkoon 09 Feb 2009 at 12:49 pm

    Pak Ilya, pa kabar? sy yakin Bpk lupa dengan saya.hehehe..karena sy masih semester 5, bpk ke Jerman, seklolah lagi.
    Saya, bingung baca tulisan bpk, ga nyampe otak saya... Makslum, skrng sy terjerembab dalam lembah"robot", budaya kejar tayang proyek, crash program schedule, dan mslh2 "duniawi proyek" yang lainnya. Saya kalo baca blog arsitek UII jadi ngiri..bpk dan rekan2 bisa dengan enjoynya menulis dan mengajar..hmmmm..apalg dengan gelar berderet-deret. Waduh..makin jauh deh saya.
    Saya sdh 9 th kerja kaya gini, rasanya capek bgt...yo wis lah, mencoba dinikmati saja.
    Saya sekarang di Agung Podomoro Group, Property, proyek apartemen di jkt, sebagai PM..kadang malu juga kalo ketemu anak2 arsitek, sy ngaku sebagi arsitek tapi ga pernah desain, ngaku sipil, tapi kuliahnya di arsitek...hahaha..hidup yang aneh..
    OK pak, selamat menikmati hidup...salam
    ( Narko, alumni arsitek UII th 96-2000, narkolintang@yahoo.com )

  2. isag_arcH 06on 06 Sep 2009 at 10:52 am

    pak ilya, lokal genius itu ada kaitannya dengan material lokal setempat atau dengan lainnya?

    saya ingin mengangkat isu untuk PKM, lokal genius yang bisa menghasilkan suatu furniture. mohon bimbingannya.

    terima kasih

  3. isag_arcH 06on 06 Sep 2009 at 10:54 am

    e-mail: isag_kuro@yahoo.com
    cp: isag_arcH 06
    085643556413

Trackback URI | Comments RSS

Leave a Reply

*